Halaman

Monday, April 4, 2011

REVIEW SABANA FRIED CHICKEN

Sukses mengembangkan satu outlet di Pondok Gede Jakarta Timur pada tahun 2006, Ayam goreng Sabana terus berekspansi dengan pola kepartneran. Hanya dalam waktu tiga tahun, hingga saat ini, sudah memiliki lebih dari 300 lebih outlet partner yang tersebar di Jabodetabek, 25 partner di Bandung dan baru mulai dengan satu partner di wilayah Serang Banten.
Dasar perkembangan yang sedemikian pesat, menurut Mr. Erry Hendrajadi, Manager Pengembang Ayam goreng Sabana, adalah karena investasi yang sangat kecil, penentuan tempat usaha yang fleksibel, kualitas rasa yang sama bila dibandingkan dengan restoran fried chicken papan atas serta tujuan mulia memberdayakan ekonomi keluarga terutama bagi yang PHK, pengangguran dan sebagainya.
ProfitClicking Solusi 98% Sukses Bisnis Online

“Kami mengembangkan Sabana dengan hati dan tidak ada target jumlah partner. Bahkan kami tidak mau berpromosi. Semua berjalan seperti air mengalir sehingga jumlah partner pun berkembang dengan sendirinya sampai saat ini,” ujar dia kepada majalahfranchise.com hari ini.

Mr. Erry menengarai, partner bebas untuk menentukan tempat usahanya tetapi tetapi persetujuan akhir tetap berdasarkan perspektif dari pihak Sabana. Bahkan, didalam satu kawasan Sabana tidak mematok jarak antara outlet apabila sesuai dengan perspektif konsumen.

“Maksudnya bila di satu outlet itu konsumenya banyak, maka untuk jarak outlet bisa saja dibuat lebih dekat lagi. Dan hal sebaliknya, bila di kawasan tersebut tingkat pergerakannya tinggi, maka di situ bukanlah daerah yang berpotensi untuk outlet Sabana,” urai Mr. Erry. Tingkat pergerakan yang tinggi, maksudnya di tempat tersebut ramai dilalui kendaraan sehingga hanya mengharapkan konsumen pengedara yang sempat berhenti saja.

Tingginya animo partner untuk memiliki Sabana, tutur Ery, bahkan berlangsung hingga akhir tahun 2009 ini. “Banyak partner yang mau bergabung, tetapi kami tetap melakukan seleksi tempat dan sebagainya. Karena kami juga mengutamakan kesuksesan partner kami lainnya yang telah lama bergabung,”. Karena bagaimana pun juga dalam bisnis, masih ada saja partner yang gagal tetapi untuk Sabana jumlahnya kurang dari 1 persen.

Mr. Erry menenggarai, omset dari setiap outlet partner berkisar Rp 800 ribu per hari sehingga kemungkinan balik modalnya sedikit lebih cepat. Sementara investasi untuk menjadi partner sebesar Rp 13.750.000 dengan mendapatkan bahan baku, gerobak serta training. (Alan Jehunat/www.majalahfranchise.com).

3 comments:

  1. mas.. klo bikin artikel yg lengkap donk.
    alamat buat frencisenya dmana? saya minat banget nih

    kirim ke armanbaik[at]gmail.com yaa. terima kasih

    ReplyDelete
  2. ayam sabana didepan kelurahan sukatani pas didepan Indomart/BRI rasanya amburadul sudah lain dari biasanya . sudah 2x saya komplain tapi penjual tidak acuh tak acuh

    ReplyDelete
  3. waspada barang tiruan krn kurangnya kontrol dari pemilik merek membuat penjual mencari sendiri bahan bakunya

    ReplyDelete